Sukma Nopriatin, SMAN 1 Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan ilir, CGP Angkatan 7....... Rencana Allah Terkadang Lebih Indah dari Rencana Manusia, Sabar, Syukur dan Ikhlas......

May 2, 2023

Koneksi Antar Materi Modul 3.1

 

Koneksi Antar MAteri Modul 3.1

Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

 

Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Pratap Triloka yang digagas oleh Kihajar Dewantara yang terkenal dengan ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani memiliki arti : di depan memberi teladan, di tengah membangun motivasi/dorongan, dibelakang memberi dukungan. Sebagai pendidik, kita harus menyadari bahwa setiap anak memiliki kodrat masing-masing. Kita hanya perlu menuntun segala yang ada pada anak. 

Mengarahkan dan memberi dorongan supaya anak dapat berproses dan berkembang. Dalam proses menuntun, anak akan di beri kebebasan, dalam hal ini guru sebagai pamong memberikan tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah serta membahayakan dirinya serta anak menemukan kemerdekaannya dalam belajar sehingga akan berdampak pada pengambilan keputusan yang tepat dan bertanggung jawab. 

Dalam hal tersebut  guru harus mampu mengambil keputusan yang berpihak pada murid serta bijaksana, berdasarkan hal tersebut guru sebagai pemimpin pembelajaran sudah sepatutnya menerapkan pengambilan keputusan yang berpihak pada murid, dengan menerapkan 4 paradigma,  3 prinsip penyelesaian dilema, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan

 

Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Untuk dapat mengambil keputusan yang tepat diperlukan niali-nilai atau prinsip, pendekatan, dan Langkah-langkah yang benar sehingga keputusan tersebut merupakan keputusan yang paling tepat dengan resiko yang paling minim bagi semua pihak. Terutama bagi kepentingan/keberpihakan pada murid. 

Untuk membuat keputusan ya g tepat diperlukan kesamaan visi, budaya dan nilai-nilai yang diangap penting dalam sebuah instuisi sehingga prinsip dasar yang menjadi acuan akan lebih jelas. Ketiga prinsip tersebut adalah : Berfikir berbasis hasil akhir (Ends-Based Thinking), Berfikir berbasis peraturan (Rule-Based Learning) dan Berfikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

 

Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

 

Pembimbingan yang telah disampaikan  oleh Fasilitator  dan pengajar praktik.  Saya berlatih mengevaluasi keputusan yang telah saya ambil. Apakah keputusan tersebut sudah berpihak pada murid, apakah sudah sejalan dengan nilai-nilai kebajikan universal, apakah keputusan yang diambil bermanfaat untuk banyak orang. Dan apakah keputusan yang diambil tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai pendiidk harus mampu mengetahui dan memahami kebutuhan belajar serta kondisi sosial dan emosional dari muridnya. Seorang murid harus mampu menyelesaikan permasalahannya dalam belajarnya. Pentingnya pendekatan coaching dilaksanakan oleh guru. Kerena dalam hal ini sebagai coach harus menggali potensi yang dimiliki oleh muridnya dengan memberi pertanyaan pemantik sehingga murid dapat menemukan potensi yang terpendam dalam dirinya untuk dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. 

Agar dapat mengambil keputusan dengan baik maka dibutuhkan keterampilan coaching untuk membantu kita sebagai pemimpin pembelajaran dengan pertanyaan pertanyaan untuk meprediksi hasil dan berbagai opsi dalam pengambilan keputusan. Sesi coaching membantun guru untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki dan memecahkan masalah saat menajdi pemimpin pebelajaran.

 

Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Dalam melaksanakan proses Pendidikan, pendidik harus mampu melihat dan memahami kebutuhan belajar muridnya serta mampu mengelola kompetensi sosial dan emosional yang dimilki dalam mengambil sebuah keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Dalam proses pengambilan keputusan yang bertanggung jawab diperlukan kompetensi social emosioanl seperti kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran social, dan keterampilan berhubungan social. Sehingga keputusan yang diambil berdasarkan kesadaran penuh (minfullnes) dan sadar dengan berbagai pilihan.

 

Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Sebagai pemimpin pembelajaarn, seorang pendidik harus mampu melihat permasalahan yang dihadapi apakah permasalahan tersebut merupakan dilemma etika ataukah bujukan moral. Dengan nilai-nilai yang dimiliki seorang pendidik tersebut, baik nilai inovatif, kolaboratif, mandiri dan reflektif. seorang pendidik dapat menuntun muridnya untuk dapat menegenali potensi yang dimiliki dalam mengambil keputusan dan mengatasi masalah yang dihadapi

 

      

Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, kita sering dihadapkan pada situasi dimana kita diharuskan mengambil suatu keputusan, namun terkadang dalam pengambilan keputusan terutama pada situasi dilemma kita masih kesulitan misalnya lingkungan yang kurang mendukung, bertentangan dengan peraturan, pimpinan tidak memberikan kepercayaan karena merasa lebih berwengan dan meyakinkan orang lain. Bahwa keputusan yang diambil sudah tepat, perbedaan cara pandang serta adanya opsi benar lawan benar atau sama-sama benar. 

Untuk dapat mengambil sebuah keputusan yang tepat dan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman. Hal yang pertama kali harus kita lakukan adalah mengenali terlebih dahulu kasus yang terjadi apakah kasus tersebut masuk pada dilema etika atau bujukan moral.

 

Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Perbedaan cara pandang dan kepentingan dari orang-orang yang berada dalam masalah dan juga sulitnya mengubah pola pikir atau cara berpikir orang lain dalam memandang dilema etika. Untuk dapat menghasilkan keputusan yang tepat, tentu kita harus memiliki pengetahuan tentang bagaimana orang hebat mengambil keputusan, prinsip ataupun paradigma apa yang digunakan dan juga bagaimana menguji tepat atau tidaknya keputusan kita. 

Sehingga kita bisa memastikan apakah keputusan itu tepat, kesulitannya adalah mengubah cara pandang mengenai prinsip pengambilan keputusan ini,sehingga bisa langsung dalam pengambilan keputusan. Kemudian tantangan berikutnya adalah Nilai dan budaya masyarakat yang ada di lingkungan, hambatannya adalah bagaimana mengakomodasi nilai budaya di lingkungan dalam keputusan yang diambil sehingga bisa menghasilkan keputusan yang tentunya tepat dan tidak bertentangan dengan nilai moral umum.

 

Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Keputusan yang kita ambil sebagai pemimpin pembelajaran tentunya harus memerdekakan murid-murid kita. Keputusan seorang guru dalam proses pembelajaran dilakukan dengan cara memberikan tuntunan yang bisa mengarahkan siswa pada pengembangan potensi, kebebasan berpendapat dan kebebasan mengekspresikan diri dalam proses pembelajaran sehingga mereka mendapatkan kebebasan belajarnya

 

Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Untuk mengambil keputusan sebagai pemimpin pembeajaran, kita harus benar-benar memperhatikan kebutuhan belajar murid. Jika keputusan yang kita ambil sudah mempertimbangkan kebutuhan murid maka murid akan dapat menggali potensi yang ada dalam dirinya dan kita sebagai pemimpin pembelajaran dapat memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Pendidik yang mampu mengambil keputusan secara tepat akan memberikan dampak akhir yang baik dalam proses pembelajarann sehingga mampu menciptakan masa depan yang cerah bagi murid.

 

Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

    

Kesimpulan akhir dari modul 3.1 kaitan dengan modul sebelumnya bahwasannya pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran merupakan suatu kesatuan yang tiddak dapat dipisahkan unutuk memerdekakan murid dalam belajar, sesuai dengan  filosofis KHD bahwa Pendidikan bertujuan menuntut segala proses dan kodrat anak untuk mencapai sebuah keselamatan dan kebahagiaan.

 

Dalam melaksanakan proses pendidkakn seorang pendidik harus mampu melihat memahami kebutuhan belajar muridnya serta mampu mengelola Kompetensi sosial emosional yang dimiliki untuk mengambil sebuah keputusan. Dan untuk mengambil keputusan yang baik maka keterampilan coaching akan membantu kita sebagai pemimpin pembelajaran dengan pertanyaan-pertanyaan untuk memprediksi hasil dan berbagai opsi dalam pengambilan keputusan

 

Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Saya sudah memahami konsep modul 3.1 sehubungan dengan permaslahan yang merupakan dilema etika dan bujukan moral. Ketika menghadapi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan mendasar yang bertentangan  pola tersebut merupakan 4 paradigma yang dikategorikan : individu lawan kelompok, rasa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan, dan jangka pendek lawan jangka Panjang. kemudian Langkah berikutnya dalam membantu menghadapi pilihan dari dua permasalahan gunakan 3 prinsip pengambilan keputusan : berfikir berbasis akhir, berfikir berbasis peraturan, berfikir berbasis rasa peduli. Untuk memandu dalam mengambil keputusan dan menguji keputusan yang akan di ambiln ada 9 langkah yang dapat dilakukan, dan di luar dugaan saya ternyata Ketika kita menemukan dalam pengujian benar/salah terdapat pelanggaran hukum maka langkah berikutnya tidak dilanjutkan karena hal tersebut sudah meghasilkan keputusan yang yang salah dan tidak bisa dilaksankan uji/Langkah berikutnya.

 

Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini? 

Pernah, mengambil keputusan dengan situasi dilemma etika dengan rasa keadilan lawan rasa kasihan, waktu itu saya memutuskan tanpa ada pertimbangan apapun dan hasilnya keputusan tersebut tidak bisa diterima oleh semua pihak, namun untuk sekarang setelah mempelaji modul 3.1 yang harus saya lakukan adalah menganalisa permaslahan yang ada kemudian melakukan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan

 

Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Setelah mempelajari modul ini saya jadi lebih teliti mengidentifikasi setiap permasalahan yang di hadapi, kemudian dalam mengambil keputusan, gunakan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.

 

Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Sebagai seorang pemimpin, baik pemimpin dalam suatu lembaga atau pemimpin pembelajaran, mempelajari modul ini sangatlah penting, dalam modul ini sudah dipersiapakan dengan detail.  Di mana keputusan yang diambil harus berdasarkan beberapa pertimbangan sehingga keputusan yang diambil dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan nilai-nilai kebajikan universal.

 

 

 

 

Feb 12, 2023

 Budaya Positif Sekolah


Menurut filosofi Ki Hajar Dewantara pendidikan untuk menuntun murid berdasarkan kodratnya baik kodrat alam maupun kodrat zamannya. Kita sebagai pendidik hendaknya dapat membentuk murid yang mempunyai karakter dan budi pekerti yang baik. Membangun karakter murid dapat kita lakukan dengan memberikan lingkungan sekolah yang menyenangkan dan nyaman buat murid. Selain itu membentuk karakter murid bias dengan budaya positif dan disiplin positif. Budaya positif sekolah, bukan hanya berlaku untuk murid akan tetapi berlaku juga untuk semua warga sekolah.

Salah satu disiplin positif adalah membuat keyakinan kelas. Keyakinan kelas merupakan nilai-nilai kebajikan yang bersifat universal. Keyakinan kelas ini dibuat dengan menampung curah pendapat dari murid-murid. Apa yang murid inginkan dikelas maupun disekolah. Keyakinan kelas merupakan sesuatu yang abstrak dan diharapkan murid maupn warga sekolah mempunyai motivasi intrinsik untuk menjalankan keyakinan kelas tersebut.

 


Dec 17, 2022

 Mulai Dari Diri Modul 1.4 - Budaya Positif

Sekolah merupakan rumah kedua bagi murid untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, mengembangkan diri ataupun mendapatkan kebiasaan-kebiasaan baru yang tidak mereka dapatkan di rumah. Sekolah juga merupakan salah satu tempat murid menghabiskan waktunya dengan cukup lama dalam satu hari. Sebagai tempat dimana murid menghabiskan waktunya untuk belajar dalam proses pendidikan, hendaknya sekolah menciptakan suasana sekolah yang menyenangkan, menenangkan, nyaman dan aman bagi murid. Sehingga murid akan lebih fokus untuk belajar menimba ilmu dan pengalaman serta dapat menggali potensi dan mengembang dirinya dengan baik.

1.      Apa pentingnya menciptakan suasana positif di lingkungan Anda?

            Pentingnya menciptakan suasana positif dilingkungan dapat membuat guru maupun murid akan merasa senang, tenang, nyaman dan aman. Dan pada akhirnya akan meningkatkan motivasi guru untuk mendidik dan mengajar dengan lebih baik lagi, begitu juga dengan murid-murid, mereka akan lebih semangat lagi untuk bersekolah dan mengembangkan dirinya tanpa rasa takut.      

2.      Sebagai seorang pendidik dan/atau pimpinan sekolah, bagaimana Anda dapat menciptakan suasana positif di lingkungan Anda selama ini?
            Sebagai pendidik saya berusaha untuk selalu menciptakan suasana positif di sekolah dengan cara menjaga hubungan yang positif dengan pimpinan, rekan sejawat, murid maupun warga sekolah lainnya. Saya juga berusaha untuk selalu berkata dan bersikap positif sehingga tidak membuat kesalahpahaman dengan rekan sejawat dan saling membantu apabila ada masalah. Begitupun pada murid, saya mencoba untuk mengenal dan mengerti karakteristik dan kebutuhan murid, dan dalam proses pembelajaranpun saya mencoba untuk merangkul semua murid sehingga murid tidak merasa segan dan lebih terbuka apabila ada masalah dalam proses pembelajaran.
3.      Apakah hubungan antara menciptakan suasana yang positif dengan proses pembelajaran yang berpihak pada murid?

            Hubungan antara menciptakan suasana positif dengan proses pembelajaran yang berpihak pada murid sangat berkaitan, dengan suasana yang positif murid akan merasa lebih semangat dan termotivasi, merasa senang, tenang, nyaman dan aman untuk menjalani pendidikan. Dan pada akhirnya murid akan mampu untuk menggali potensi dan mengembangkan dirinya karena tanpa rasa takut dalam proses pembelajaran.

4.      Bagaimana penerapan disiplin saat ini di sekolah Anda, apakah sudah diterapkan dengan efektif, bila belum, apa yang menurut Anda masih perlu diperbaiki dan dikembangkan?

            Penerapan disiplin disekolah saya sudah diterapkan dengan efektif, dengan adanya tata tertib yang berlaku walaupun masih ada yang perlu diperbaiki. Yang perlu diperbaiki masih adanya pelanggaran tata tertib.
  1. Sediakan waktu khusus, pejamkan mata, dibantu musik instrumental yang sesuai, kemudian bayangkan sekolah impian Anda. Ingat kembali gambaran sekolah impian yang Anda tulis saat mempelajari modul 1.3. Bagaimana suasana sekolahnya? Bagaimana sikap gurunya? Bagaimana tutur kata guru? Bagaimana guru bersikap kepada murid-muridnya? Bagaimana sikap murid-muridnya, bagaimana mereka saling berinteraksi, terhadap Anda, sebagai pimpinan sekolah dan terhadap guru-guru yang lain? 
  2. Untuk mewujudkan sekolah impian tersebut, bila Anda adalah seorang pemimpin di sekolah Anda,  bagaimana Anda akan menciptakan sebuah lingkungan yang positif di sekolah Anda?  Apa strategi yang akan Anda pilih? Bagaimana Anda akan menerapkan disiplin positif, apa yang perlu kita lakukan terlebih dahulu? Tentunya, salah satu hal yang paling penting adalah kita perlu menghilangkan rasa takut dalam diri murid-murid sehingga mereka merasa aman dan nyaman berada di sekolah, dan bahwa membuat kesalahan adalah suatu proses pembelajaran itu sendiri. Hanya dengan demikian, semua murid dapat belajar dengan rasa tenang, tanpa tekanan dan nyaman.

Jawaban

            Saya memimpikan sekolah dengan suasana yang menyenangkan, lingkungan yang asri dan bersih serta sekolah yang selalu dirindukan untuk didatangi karena penuh dengan kebaikan dan kebermanfaatan. Sekolah dimana guru-gurunya mempunyai motivasi yang tinggi untuk terus mengembangkan diri, mandiri, inovatif, kreatif, bisa berkolaborasi denan siapa saja, disiplin, mempunyai tujuan yang sama dalam pendidikan dan welas asih dalam mendidik. Guru bertutur dengan lembut yang selalu mengucapkan kalimat yang selalu membawa kebaikan dan bisa diambil informasi atau manfaatnya, terlebih bisa memotivasi murid. Sekolah dimana guru  dalam pembelajaran berpihak kepada murid, dengan selalu menuntun murid sesuai kodratnya. Saya juga memimpikan murid yang punya beriman dan berakhlak mulia, berkarakter, mandiri, kreatif dan kritis, inovatif serta berwawasan global, dan bisa menghargai siapa saja baik pimpinan sekolah maupun guru.

            Untuk mewujudkan hal tersebut, sebagai pimpinan sekolah tentunya saya akan berkolaborasi dengan guru dan warga sekolah serta membuat kebijakan-kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang positif. Strategi yang saya pilih mulai dari diri saya sendiri, saya akan mencoba memberi keteladanan sebagai seorang pemimpin, dengan demikian saya berharap dapat dijadikan contoh dan ditiru oleh guru maupun siswa. Dalam menerapkan disiplin positif, saya akan mulai dari diri saya, guru, murid dan semua warga sekolah sesuai dengan fungsi, wewenang dan tugas masing-masing yang tentunya memperhatikan suasana yang menyenangkan baik bagi guru maupun murid. Karena dengan suasana sekolah yang menyenangkan, guru akan menjalankan tugasnya lebih bertanggung jawab dan murid pun akan merasa lebih termotivasi untuk belajar dan mengembangkan diri tanpa merasa takut.

 

Harapan Untuk Diri Sendiri

            Apa saja harapan-harapan yang ingin Anda lihat berkembang pada diri Anda, sebagai seorang pemimpin pembelajaran yang memiliki pengaruh pada warga sekolah, terutama murid-murid Anda setelah mempelajari modul ini?
            Harapan saya adalah saya dapat memberikan hal positif, di mulai dari diri saya sendiri, merubah hal yang belum baik menjadi baik, dan dapat mengajak warga sekolah untuk lebih membudayakan hal-hal yang positif. Mencoba untuk lebih mengenali lagi lingkungan, terutama murid-murid saya. Mencoba untuk lebih baik dalam melakukan kegiatan pembelajaran yang berpihak pada murid sehingga murid-murid saya dapat mencapai kesempurnaan hidupnya.
Apa saja harapan-harapan yang ingin Anda lihat berkembang pada murid-murid Anda setelah mempelajari modul ini?

            Saya ingin murid saya dapat menjalankan fungsinya sebagai pelajar dengan rasa senang, tenang, nyaman dan aman serta terbuka sehingga dapat lebih berkembang dan dapat menggali potensi dirinya sesuai dengan bakat dan minatnya.

 

Ekspektasi

Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini?

            Saya berharap dari modul ini semakin menambah pengetahuan dan pengalaman saya tentang budaya positif di lingkungan sekolah dan dapat saya implementasikan baik untuk diri sendiri maupun untuk warga sekolah

  1. Penghargaan efektif jika kita menginginkan seseorang melakukan sesuatu yang kita inginkan, dalam jangka waktu pendek.

2.      Jika kita mendapatkan penghargaan untuk melakukan sesuatu yang baik, maka selain kita senantiasa berharap mendapatkan penghargaan tersebut lagi, kita pun menjadi tidak menyadari tindakan baik yang kita lakukan.

1.      Pengaruh Jangka Pendek dan Jangka Panjang, setiap tindakan hanya dilandasi untuk memperoleh sesuatu.

2.      Penghargaan menghukum, penghargaan hanya dirasa hukuman bagi yang tidak mendapatkan penghargaan.

 


 Mulai Dari Diri Modul 1-3 -  Visi Guru Penggerak

Oleh: Sukma Nopriatin, SMAN 1 Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir

CGP Angkatan 7



Mulai Dari Diri Modul 1.2 - Nilai dan Peran Guru Penggerak
By : Sukma Nopriatin, guru di SMAN 1 Indralaya Selatan, CGP Angkatan 7 Kabupaten Ogan Ilir.

Tugas 1


Trapesium Usia

Peristiwa Negatif

Peristiwa negatif yang saya alami, sewaktu saya duduk di kelas 2 SMU. Waktu itu pelajaran olahraga, dalam pelajaran itu ada olahraga volley. Saya akui, saya tidak begitu pintar dalam hal olahraga termasuk olahraga volley. Satu  ketika, waktu pelajaran olahraga kami diminta untuk melakukan passing satu persatu. Kebetulan saya mendapatkan giliran pertama, sewaktu saya passing bolanya melambung tinggi sampai diatas genteng. Karena sekolah saya bertingkat, otomatis susah untuk mengambil. Pak gurunya berkata, sudah cukup olahraga kita pada hari ini. Saya sangat merasa bersalah pada hari itu.

 Peristiwa Positif

Banyak sekali peristiwa positif yang saya alami, pada saat kelulusan sekolah dasar saya pernah menjadi juara umum dengan nilai tertinggi di SD saya, walaupun hanya tingkat sekolah tapi itu sudah membuat saya senang karena berhasil membuat orang tua saya tersenyum dan bahagia. Begitupun waktu SMP, saya sangat menyukai kegiatan pramuka sehingga dengan beberapa teman yang lain, kami masuk dalam regu inti dan selalu dikirim apabila ada kegiatan diluar yang berkaitan dengan pramuka. Dan Alhamdulillah, orang tua memberi izin dan mendukung, salah satu bentuk dukungan apabila ada kegiatan kemah orang tua saya bersama saudara saya datang walau sekedar untuk melihat dan membawa makanan kesukaan saya. Dengan mengikuti kegiatan ini saya lebih bisa mandiri, bekerjasama dengan orang lain.

 Dari peristiwa tersebut, yang terlibat adalah saya, guru dan teman-teman saya. DAmpak emosi yang saya rasakan, saya merasa sedih, panic dan merasa tidak enak terhadap teman sekelas saya. Karena saya, pelajaran olahraga yang baru dimulai harus diakhiri.

 Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat dirasakan dan mungkin masih dapat memengaruhi diri Anda di masa sekarang?

Karena momen tersebut bisa diambil hikmahnya, saat peristiwa negatif, saya mencoba memperbaiki diri kemudian terus berlatih agar hal terulang tidak terjadi lagi. Saat momen positif, saya menjadi lebih mandiri, percaya pada diri dan kemampuan sendiri dan berusaha untuk lebih mengembangkan diri lagi. Tapi apapun peristiwa yang saya alami, saya selalu mencoba untuk menjadi pribadi yang selalu bersyukur. Karena apapun itu, ada tangan Allah yang selalu ikut campur dalam kehidupan kita.

Menurut Anda, apa saja peran dari seorang Guru jika dikaitkan dengan trapesium usia?Menurut saya, ada beberapa peran yang bisa terlihat, yakni;

-    Guru harus memahami bahwa anak memiliki karakter yang unik yang berbeda,  sehingga anak lebih percaya pada dirinya sendirinya.

-   Guru harus membimbing dan mengarahkan bakat dan minat anak, agar tersebut bertambah pengetahuannya, bermoral dan bisa survive pada zamannya

Buatlah 1-2 kalimat yang dapat menggambarkan nilai-nilai yang Anda percayai sebagai    seorang Guru, menggunakan kata-kata berikut: Guru, Murid, Belajar, Makna.

            Guru merupakan penuntun bagi muridnya, sehingga harus bisa menciptakan pembelajaran             yang bermakna, agar muridnya bisa mengembangkan diri, berpengetahuan juga bermoral.

 

Tugas 2. Nilai dan peran guru penggerak menurut saya

NIlai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkkan murid, rekan guru, dan omunitas sekolah saya adalah saya mempunyai rasa empati dan simpati kepada sesame, saya juga ingin melihat orang lain juga maju bersama saya, saya juga selalu berusaha untuk bisa membantu orang lain sesuai dengan kemampuan saya.

Peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkkan murid, rekan guru dan komunitas sekolah, yakni saya berusaha melakukan pendekatan personal kepada murid yang menurut saya ada masalah terutama pada mata pelajaran yang saya ampu, saya ajak bicara kemudian mencoba memotivasi dan mencari solusi atas masalah yang dihadapinya. Begitupun dengan rekan guru, sebisa mungkin saya menjalin hubungan yang baik, karena menurut saya hubungan yang baik dan suasana kerja yang kondusif akan membuat saya tambah bersemangat untuk menjalankan tugas saya. Sedangkan dikomunitas sekolah, saya berusaha untuk mengikuti kegiatan yang diadakan dan mencoba berpartisipasi secara aktif.

Demikianlah, semoga bermanfaat.

Mulai Dari Diri Modul 1.1 - Filsofis Ki Hajar Dewantara

Oleh: Sukma Nopriatin, guru di SMAN 1 Indralaya Selatan

CGP Angkatan 7


1. Reflektif Kritis

          Seperti yang kita ketahui, Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu tokoh nasional yang sangat  berpengaruh terhadap perubahan dunia pendidikan, selain itu beliau juga merupakan Menteri Pendidikan pertama di negara kita tercita ini. Pemikirannya masih sangat relevan dengan perkembangan zaman, bahkan sampai sekarang. Kalau kita pernah mendengar atau membaca  ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani, yang mempunyai arti di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan. Semboyan tersebut masih dipakai dinegara kita terutama di bidang pendidikan. Di dalam pendidikan dan pengajaran diharapkan apa yang menjadi pemikiran Ki Hajar Dewantara bisa membuat negara kita menjadi negara yang mempunyai karakter yang baik, berilmu dan mempunyai kemampuan di bidang teknologi serta beriman.

          Relevansi pendidikan Ki Hajar Dewantara dengan pendidikan saat ini yakni mulai adanya Pendidikan Merdeka Mengajar. Merdeka belajar merupakan program yang dibuat oleh pemerintah dengan tujuan untuk mencapai pendidikan yang lebih baik dengan berpusatnya pendidikan kepada murid. Disekolah saya penerapan pemikiran ki Hajar Dewantara pada dasarnya sudah terlaksana. Ini bisa terlihat dari aktivitas siswa dan guru dalam proses pembelajaran yang mencoba sesuai dengan kebutuhan murid, kemudian terdapatnya pembiasaan yang menekankan penddikan karakter, misalnya berdoa sebelum belajar, mengucapkan salam atau sapa ketika bertemu dan murid menyalami guru apabila ketemu.

          Saya sebagai guru selalu mencoba untuk menjalankan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Misalnya, saya berusaha untuk bisa menjadi contoh yang baik terutama bagi murid saya, baik itu cara berbicara, cara bersikap, cara berpakaian maupun hal lain yang kiranya bisa dijadikan contoh bagi guru lain atau bagi murid saya. Saya juga berusaha membimbing murid saya dengan baik, baik itu dalam proses pembelajaran dikelas maupun diluar kelas, misalnya mencoba  mencari solusi ketika ada siswa yang cerita bila ada masalah baik pribadi maupun di kelas saya. Saya juga sangat mensupport semua warga sekolah baik guru maupun murid untuk mengembangkan diri dan kemampuan mereka.

2. Harapan dan Ekspektasi

      Harapan saya setelah mempelajari modul ini, saya bisa bisa berbagi kepada rekan sejawat tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara berupa merdeka belajar dan pendidikan berpusat pada murid. dan saya juga ingin mengimplementasikannya pada diri sendiri.

      Sedangkan harapan saya terhadap murid-murid saya setelah mempelajari modul ini, saya berharap murid-murid saya lebih mempunyai karakter yang baik, mandiri, percaya pada diri sendiri bahwa mereka mampu melakukan hal yang terbaik dalam aktivitas belajar maupun kehidupan sehari-hari, saya juga berharap murid saya mau untuk mengembangkan diri sesuai dengan zamannya dengan tidak mengenyampingkan keimanan dan ketakwaaan meraka terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

      Harapan saya setelah mengikuti kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini adalah saya lebih memahami pemikirsn Ki Hajar Dewantara yang berupa merdeka belajar dan dapat mengimplementasikannya baik dalam proses pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari.

1 am come back...

Jun 19, 2015

Pengharapan

Dalam letihku
Dalam lelahku
Dalam sakitku
Dalam zikirku
Dalam istighfarku
Dalam doaku
Dalam sujudku
Dalam harapanku
Hanya berharap padaMu
Mengharap kesembuhan atas sakitku
Mengharap mempermudah kesulitanku
Mengharap ampunan atas semua khilaf dan dosaku
Ya Rahman, ya Rahim, Ya Mutakabbir
Bukan hamba mengeluh atas ujianMu
Bukan ingin menjadi hamba yang tidak bersyukur padaMu
Bukan pula hamba tidak ikhlas akan jalanMu
Tapi aku mohon ya Allah,
Berikan kesempatan lagi dalam hidup hamba
Kesempatan bertaubat padaMu
Kesempatan menebar kebaikan
Kesempatan menjadi hamba yang lebih taat
Kesempatan menjadi hamba yang lebih bermanfaat bagi umat
Hamba mohon ya Allah, angkatlah semua penyakit dan keburukan pada diri hamba
Hanya pada pada Engkau hamba bersandar, meminta dan tempat kembali

Ya Rahman, ya Rahim, Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu




Dec 16, 2014

 Tanya ? ?  ?

Mencari yang perlu dicari
Tidak ingin melupakan yang tidak perlu dilupakan
Ingin mengingat yang aku ingin ingat
Ingin merasakan yang ingin aku rasakan

Tapi apa yang perlu aku cari?
Apa yang tidak ingin aku lupakan?
Apa yang ingin aku ingat?
Dan apa yang ingin aku rasakan?

Dalam gerimis mungkin menemukan jawabnya
Plg, 16 Des 2014

Nov 19, 2013

In House Taining (IHT)

         Pada tahun 2013 telah diterapkan kuikulum baru, walaupun kurikulum baru tapi tidak semua sekolah menerapkan kurikulum tersebut baik di tingkat SMP maupun di tingkat SMA. Di kabupaten Ogan Ilir Propinsi Sumatera Selatan untuk tingkat SMA hanya ada dua sekolah yang sudah menerapkan kurikulum tersebut, yakni SMA Negeri 1 Indralaya dan SMA Negeri 2 Tanjung Raja. 

     Untuk mensosialisasikan perubahan-perubahan yang ada dari KTSP ke dikurikulum 2013 maka dlaksanakanlah In Huse Training (IHT) yang dilaksanakan oleh SMA Negeri 1 Indralaya. Pelaksanaan IHT selama 2 hari, dimulai dari tanggal 18 Nopember dan akan berakhir pada tanggal 19 Nopember 2013. Pembukaan IHT dibuka oleh Sekretaris Diknas, Bapak Drs.Hafizi. Dalam sambutannya Bapak Drs.Hafizi mengungkapkan bahwa guru jangan takut untuk berubah, terutama untuk mengikuti perubahan kuikulum dari KTSP menjadi kurikulum 2013. Selain Bapaka Drs.Hafizi, sebagai pemberi materi jga di isi oleh pihak dari widya iswara dari LPMP, bapak Drs.Marsudi,MM, ibu Raslianah dan Bapak Hamdalah. 

       Dengan IHT, diharapkan guru-guru mendapatkan informasi yang tepat tentang kurikulum 2013, baik dari pembuatana perangkat pembelajaran sampai dengan penilaian.

Oct 30, 2013

Intropeksi Diri

Mendengar tapi tak mendengar
Berbicara tapi tak bicara
Tersenyum tapi bukan senyuman
Sempurna tapi tak juga sempurna
Bernurani tapi tak punya nurani
Bersimpati tapi tak punya empati

Ke"aku"anmu...
Membuat tak pernah merasakan
Seperti aku, dia dan dirimu sendiri

Feb 24, 2013

Jurnal Umum

Udah lama banget nih ga posting artikel, maklum karena kesibukan yang ruarrr biasa (sok sibuk hehehhe). Kali ini saya memposting transaksi yang dibuat jurnal umumnya karena saya melihat siswa sering bingung membuat jurnal umum, walaupun sudah menganalisis data/soal yang ada. Memang aturan mendebet dan mengkredit sepertinya mudah tp masih tetap saja banyak siswa yang cukup kesulitan dalam membuat jurnal umum. Berikut ini beberapa transaksi yang dibuat jurnal umumnya:

1. Menginvestasikan uang sebagai modal awal
    Jurnal Umum (JU): Kas  (debet)             Rp. xxx
                                        Modal (kredit)                    Rp. xxx
2. Pembelian peralatan secara tunai
     JU : Peralatan                                        Rp. xxx
                    Kas                                                         Rp.xxx
3. Pembelian peralatan secara kredit       
    JU :  Peralatan                                        Rp. xxx
                    Hutang                                                    Rp. xxx
4. Pembelian perlengkapan secaran tunai
     JU : Perlengkapan                                  Rp. xxx
                    Kas                                                         Rp. xxx
5. Pembelian perlengkapan secara kredit
    JU: Perlengkapan                                    Rp. xxx
                    Hutang                                                     Rp. xxx
6. Pembelian kendaraan / tanah secara tunai
    JU : Kendaraan / Tanah                          Rp. xxx
                     Kas                                                         Rp. xxx
7. Pembelian kendaraan / tanah secara kredit
    JU : Kendaraan / tanah                           Rp. xxx
                     Hutang                                                     Rp. xxx
8. Dibayar hutang
    JU ; Hutang                                            Rp. xxx
                     Kas                                                         Rp. xxx
9. Menerima pendapatan secara tunai
    JU : Kas                                                 Rp. xxx
                    Pendapatan                                               Rp. xxx
10. Menerima pendapatan secara kredit
    JU : Piutang                                            Rp. xxx
                    Pendapatan                                               Rp. xxx
11. Menerima pembayaran pitang / pelunasan piutang
    JU : Kas                                                Rp. xxx
                    Piutang                                                       Rp. xxx
12. Membayar beban-beban :
     JU : Beban........ (listrik, sewa dll)          Rp. xxx
                    Kas                                                           Rp. xxx
13. Mengambil uang untuk kepentingan pribadi
     JU : Prive                                              Rp. xxx
                     Kas                                                         Rp. xxx


Contoh soal:
- Pada tanggal 1 Januari 2012, Tn. Budi membuka kantor akuntan dengan nama "Akuntan Budi" dengan  modal Rp. 25.000.000. Buatlah jurnal umumnya!

Jawab: Jurnal umum untuk transaksi diatas
JU: Kas                  Rp. 25.000.000
            Modal                                   Rp. 25.000.000


Demikian beberapa jurnal umum untuk transaksi yang terjadi pada suatu perusahaan. Setelah tahu, bisa dimasukkan langsung kedalam tabel jurnal umum, yang terdiri dari kolom tanggal, nama akun, ref, debet dan kolom kredit. Semoga bisa bermanfaat ^_^
 


Jul 27, 2012

Video Tutorial UKG 2012

Bagi sahabat-sahabat yang akan mengikuti ujian kompetensi guru tahun 2012 (UKG 2012),berikut ini ada video tutorial ujian tersebut. Semoga bermanfaat dan sukses ujiannya.

Mar 31, 2012

Elang

Sahabat..
Ada seekor burung elang yang senantiasa terbang, dia terbang dengan bebasnya. Menggepakkan sayapnya tanpa takut terjatuh. Elang itu sangat besar dan kuat dan dia bangga sekali dengan keadaannya itu. Kecepatannya terbang seringkali membuat burung lain merasa iri. Kesempurnaan yang Tuhan berikan ternyata membuat elang itu angkuh, dia merasa burung yang paling menawan di dunia ini. Bila melewati burung lain seringkali dia meledek dengan mengepakkan sayapnya menunjukkan keangkuhannya dan mengeluarkan suaranya yang nyaring.
Dan suatu hari ketika dia tengah terbang, tiba-tiba ada manusia yang tertarik pada burung itu, manusia itu menembaknya.. Dooorrrr, suara senapan keluar seiring dengan keluarnya peluru yang ditembakkan. Burung itu tiba-tiba oleng, dia merasa dunia berputar-putar karena kehilangan keseimbangan dan akhirnya dia pun terjatuh.
Perlahan elang yang pongah itu membuka matanya "ooh dimanakah aku?" Elang itu berkata pelan.
"Engkau berada disarang kami wahai burung nan perkasa". Ada burung dara berkata.
Elang itu baru tersadar bahwa dia berada disarang burung yang selama sering diledeknya. Burung dara yang berukuran kecil memang dipandangnya sebelah mata karena ukuran fisiknya yang mungil, dianggapnya tidak mempunyai kekuatan seperti dirinya.
"Makanlah jambu ini". Burung dara menunjukkan gigitan jambu biji yang baru saja diambilnya. "Untunglah Tuhan masih melindungi engkau saat manusia itu menembakmu, tembakannya meleset dan karena kaget engkau pun terjatuh tepat di dalam sarangku".
Burung elang pun mengucapkan terima kasih atas pertolongan burung dara, dia tersadar bahwa sebesar apapun badannya dia masih juga memerlukan bantuan pihak lain.

Hikmah: Jangan memandang sesuatu dengan sebelah mata, boleh jadi apa yang kita anggap rendah ternyata memiliki kelebihan yang jauh lebih banyak dari apa yang kita punya.

Feb 9, 2012

TTS Ekonomi SMA Kelas XII

Petunjuk: Isilah kotak-kotak dibawah ini dengan benar!

 
Pertanyaan Mendatar
1.     Manajemen yang berhubungan dengan pembuatan barang dan jasa
4.     Manajemen dalam bahasa inggris
6.     Fungsi manajemen menurut G.R. Terry
9.     Prinsip manajemen dimana pemberian balas jasa harus adil
10.   Dimana lokasi yang tepat bagi perusahaan dalam perencanaan
11.   Persiapan-persiapan atau penentuan lebih dulu tentang apa yang akan dikerjakan
12.   Bentuk organisasi dimana pimpinan sebagai sumber wewenang tunggal disebut organisasi....
13.   Kegiatan meramalkan terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum perencaaan dilakukan

Jan 2, 2012

Sayembara Buku Pengayaan 2012

Dalam rangka menggali, mengembangkan, dan mendayagunakan potensi menulis di kalangan siswa, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud menyelenggarakan Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan. Kegiatan sayembara ini diperuntukkan bagi para peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan tahun 2012 ini memperebutkan hadiah total lebih dari Rp 1.000.000.000,00 untuk 57 pemenang dari 19 jenis naskah buku pengayaan.
Tema Penulisan
“Membangun manusia Indonesia yang berkarakter, berbudaya, dan kompetitif di era global”
Peserta Sayembara
Peserta sayembara adalah siswa SMA/MA/SMK/MAK, pendidik dan tenaga kependidikan, serta masyarakat umum. Pendidik meliputi guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Tenaga kependidikan meliputi pengelola satuan pendidikan, penilik, pengawas, peneliti, pengembang, pustakawan, laboran, dan teknisi sumber belajar.

Ketentuan-ketentuan naskah buku sayembara adalah sebagai berikut.
a. Ketentuan Umum
1. Jenis naskah buku pengayaan pengetahuan alam dan matematika, dapat berupa pengetahuan alam fisik, hayati, flora, fauna; pengetahuan matematika; pengetahuan teknologi dan rekayasa; pengetahuan kebaharian, kedirgantaraan, dan kebumian.
2. Jenis naskah buku pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, dapat berupa pengetahuan sejarah dan kemasyarakatan; pengetahuan keagamaan; pengetahuan perekonomian dan manajemen; pengetahuan budaya, bahasa, seni dan sastra.
3. Jenis naskah buku pengayaan keterampilan vokasional yang meliputi:
a) Keterampilan membuat kriya;
b) Penerapan teknologi rekayasa sederhana;
c) Penerapan teknologi pengolahan;
d) Penerapan teknologi budidaya.

Dec 31, 2011

Buat Apa Sakit Hati

Buat apa sakit hati
Bila harapan tak tercapai
Bila keinginan tak terjangkau
Bila kemauan tak terpenuhi
Bila yang dicintai meninggalkan pergi
Bila yang diterima bukan yang dimaui
Bila yang datang bukan yang diinginkan
Bila sakit sering datang menyinggahi

Buat apa sakit hati dan terluka
Antara harapan dan kenyataan
Memang sering kali berbeda
Antara apa yang kamu maui
Dengan apa yang terjadi
Seringkali tak sesuai
Buat apa kau sakit hati karenanya

Dec 22, 2011

I b u . . .

Ketika aku tak mampu lagi berjalan, tak mampu lagi untuk berbicara, dan tak mampu lagi melangkah, engkau selalu ada untukku.

Ketika aku tak punya siapapun, tak didengar oleh siapapun dan di tinggalkan oleh semuanya, engkau masih setia dalam hidupku.

Ketika aku terjatuh, hampir putus asa, dan tak berdaya, engkau selalu menguatkan aku.

Ketika aku merasa sedih, kecewa dan meneteskan airmata, engkau mampu membuatku tersenyum.

Doamu yang selalu engkau mohonkan dalam sujud mu, benteng dari hal buruk yang akan terjadi padaku.